Apakah Keputihan Dapat Mengganggu Kesuburan?

Apakah Keputihan Dapat Mengganggu Kesuburan?

Selamat datang di websaite resmi aman terpercaya sebagai penjual obat herbal alami Toko Zahra Herbal Kami sebagai agen resmi terbaik dan TERPERCAYA yang siap melayani, pemesanan, dan pengiriman obat herbal keseluruh penjuru kota yang berada di Indonesia dan di kirim dengan jasa JNE. Kali ini kami akan berbagi informasi seputar kesehatan yaitu apakah keputihan dapat menganggu kesuburan??… silahkan simak ulasan informasi di bawah ini untuk mengetahui jawabannya.

Keputihan merupakan keluhan yang paling sering ditemukan pada perempuan yang datang berkonsultasi untuk masalah penyakit kandungan. Sebenarnya, setelah dilakukan pemeriksaan, penderita yang datang dengan keluhan ini tidak semuanya menunjukkan adanya penyakit atau kelainan. Memang keputihan dapat terjadi pada keadaan normal, tetapi dapat juga merupakan gejala dari suatu kelainan yang harus diobati.

Apakah Keputihan Dapat Mengganggu Kesuburan

Siti Dhyanti Wishnuwardhani, SpOG, spesialis kebidanan dan penyakit kandungan mengatakan penyebab paling sering dari dampak keputihan abnormal adalah infeksi. Bila diperiksa dengan mikroskop, sekret (cairan/ lendir) yang berlebihan akibat infeksi mengandung banyak sel darah putih atau lekosit.”Keputihan yang abnormal bisa menyebabkan gangguan kesuburan” katanya. Gangguan Kesuburan banyak terjadi akibat infeksi pada organ reproduksi khususnya saluran telur. Infeksi umumnya terjadi karena penyakit menular seksual (PMS), misalnya infeksi klamidia gonore. Namun bisa kesuburan bisa juga dipengaruhi oleh infeksi keputihan. Pengaruh keputihan terhadap kesuburan terjadi pada keputihan akibat inveksi bakteri atau jamur.

WHO memperkirakan satu dari 20 remaja di dunia terjangkit PMS setiap tahunnya, bahkan di AS 1 dari 8 remaja. Penelitian di Bagian Obstetri Ginekologi RSCM (Sianturi, 1990-1995) mendapatkan data dua% (usia 11-15 tahun), 12% (usia 16-20 tahun) dari 223 remaja terinfeksi di daerah kemaluan (vulvo-vaginitis), mikroorganisme yang tergolong PMS.

Faktor-faktor yang memicu berkembangnya PMS antara lain karena pengetahuan tentang PMS rendah, hubungan seksualnya cenderung lebih dari satu pasangan atau pasangannya punya lebih dari satu mitra seksual, hubungan seksual tidak aman misalnya tidak memakai kondom.

Selain itu, karena anatomi organ reproduksinya perempuan lebih mudah tertular PMS dari pria, apalagi remaja yang secara biologik serviksnya belum matang dan lebih mudah kena infeksi.

Kanker serviks merupakan keganasan yang paling sering terjadi pada organ reproduksi. Kanker ini lebih sering terjadi pada wanita usia 35-55 tahun.

Namun demikian, karena risiko terjadinya kanker ini berhubungan dengan usia pertama kali berhubungan seksual, kekerapan berganti pasangan dan adanya infeksi PMS, sementara itu remaja kini lebih dini aktif seksual dan kejadian PMS-nya meningkat, maka kecenderungan usia kejadian kanker ini menjadi lebih dini dari 35 tahun.

Kejadian kanker serviks berkaitan dengan riwayat infeksi HPV (virus Human Papiloma) yang termasuk PMS dan biasanya menampilkan gejala keputihan pula.

Siti menjelaskan pencegahan yang terpenting adalah menghindari terjadinya PMS dengan tidak berhubungan seksual sebelum menikah.

Selain itu, lanjut Siti lakukan beberapa hal mudah seperti berikut.

1. Kebersihan daerah vagina perlu diperhatikan.

Kebiasaan membersihkan daerah vital ini setelah buang air kecil atau buang air besar harus benar. Cara bilas yang aman adalah mengalirkan air dari depan ke arah belakang. Demikian pula saat mengeringkannya, bila arah ini salah maka kuman dari daerah anus dapat mencemari sekitar vagina yang lebih sensitif untuk mengalami infeksi.

2. Dalam keadaan haid atau menggunakan pembalut wanita, pakailah celana dalam yang pas sehingga pembalut tidak bergeser dari belakang ke depan.

3. Hati-hati menggunakan kloset duduk umum yang basah.

4. Jangan gunakan handuk bersama orang lain, dan hindari penggunaan pakaian renang basah bergantian.

5. Selain itu, keputihan atau dampak keputihan sering terjadi bersamaan dengan reaksi alergi pada daerah genital terhadap bahan sintetis dari pakaian dalam atau pembalut wanita. Sebaiknya gunakan pakaian dalam dari katun.

6. Hindari pula penggunaan celana panjang yang ketat dan tebal seperti jeans terus-menerus, karena dapat mengganggu sirkulasi atau peredaran darah, sehingga menimbulkan sekret berlebihan.

7. Buang air besar yang tidak setiap hari juga merangsang sekresi lendir dari vagina, karena adanya massa berupa kotoran di saluran poros usus yang berada di belakang vagina.

8. Jangan merutinkan penggunaan cairan pencuci (douche) vagina, deodoran vagina, dan menyabuni daerah kemaluan berlebihan sehingga kelembaban daerah tersebut terganggu.

Itulah informasi mengenai apakah keputihan dapat mengganggu kesuburan yang dapat kami sampaikan. Selain itu, kami informasikan bagi anda yang mangalami gangguan atau masalah keputihan berliebihan maka segera lah lakukan pengobatan dengan menggunkan obat herbal alami Ace Maxs obat herbal alami yang ampuh mengatasi, mengobati, dan menyembuhkan segala macam penyakit seperti penyakit akut atau kronis sampai sembuh permanen. Untuk mengetahui informasi lebih lengkap mengenai cara pengobatan keputihan maka dapat anda simak informasinya di obatkeputihan.web.id.

Baca Juga :

Ciri Ciri Keputihan Yang Berbahaya

Tips Cepat Hamil Secara Islami

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Security *